Meremas-remas Duit..

Ahhh.. sudah lama gak posting cerita motivasi di blog antonhuang.com ini, terakhir beberapa artikel berputar topik tentang kota Palembang dan segala aspeknya. Ehmm. kayak gak nyambung dengan blog antonhuang.com ini yang berisikan motivasi, inspirasi, cerita motivasi, kata motivasi, kata mutiara, cerita bijak, cerita “xxx” (ehmm apa itu xxx.. harap gak berpikir ke arah yang gak-gak deh… Haha.. kalo diomongin harap gak berpikir ke arah yang gak-gak, malah orang berpikir ke arah sana. haha..).

Ahh.. ngawur deh.. ya beginilah blog ini, kadang bener isinya, kadang ngawur. Makanya yang baca jangan serius amat. Jangan juga percaya pada apa yang diceritakan di blog ini, jangan diterima mentah-mentah, karena yang mentah kadang ada kotorannya, harus dicuci dulu.. kecuali sayur mentah dimakan sama sambal. Haha.. So Jangan Percaya Saja apa yang tertulis di blog ini, bisa berbahaya buat Anda Pemirsa nantinya. Anda NANTI BISA Jadi Sukses atau Tambah Sukses baca artikel-artikel di sini, kalo sudah seperti itu, Gawatlahhh…. Kacau kalau Pemirsa nanti jadi orang sukses karena baca blog antonhuang.com ini, nanti blog ini jadi makin terkenal, jadi makin rame, sekarang aja, per harinya ada 5000an visits, gimana kalo nanti tambah rame. Saya gak bisa bayangkan. Kehidupan privasi saya terganggu. Saya dikenal dimana-mana, orang-orang nanti minta tanda tangan saya,  orang-orang nanti minta foto bareng sama saya, kan repot lah… Saya nanti jadi selebritis, masuk koran, masuk televisi, masuk radio.. Duhhh… gimana ya… Please dech Pemirsa, jangan mau jadi orang sukses, orang sukses itu gak enak, lebih enak jadi orang biasa-biasa saja, hidup datar-datar saja, gak banyak dikenal orang, gak repot.  Jangan dech jadi orang sukses, terima saja apa yang diberikan, gak usah mimpi tinggi-tinggi, nanti kalau jatuh sakit loch.. Ya.. Please dech.. Jangan Mau Jadi Orang Sukses, Tapi Jadilah Orang Sukses yang Juga Mensukseskan Orang Lain.. Haha..

Oke. Sekarang inilah ceritanya, dimulai.. tadi intermezo saja.. Biar pikiran pemirsa teracak-acak polanya, jadi rusak pola orang miskin, sehingga bisa diganti jadi pola pikir orang kaya. haha.. Inilah cerita meremas-remas D..

Meremas-remas Duit…

Pemirsa, menurut pemirsa, kalo selembar uang ada yang bernilai 50ribu, ada yang bernilai 100ribu, apa bedanya? Kenapa bisa mempunyai nilai 100ribu? Apakah karena bahannya? apakah karena warnanya? Apakah kalo warna merah itu berarti 100ribu? Gak kan?

Selembar uang bernilai karena nilai intrinsik di dalamnya. Baik uang lembar itu baru atau lama, tetaplah bernilai seperti itu. Baik uang itu masih halus mulus tanpa cacat, ataupun yang sudah usang berbau-bau, nilai intrinsiknya tetaplah seperti itu.

Adakah bedanya nilainya ketika uang 100ribu itu saya ambil, Terus saya sentuh, sentuh pelan-pelan, elus-elus… dan kemudian saya remas-remas, remas dan terus remas… Ehmmm… dari satu tangan, terus dua tangan saya meremas-remas..(Meremas Uang loch ya…bukan meremas yang lain loh, jangan berpikir yang gak-gak)

Nah, apakah uang itu tetap nilainya 100ribu? Tetap Donk…

Terus uang tadi saya remas-remas, saya jatuhkan di lantai, dan saya injak-injak dengan sepatu saya yang berdebu… Kemudian, uang tadi saya buka lagi.. Berapa nilainya?

Tetap 100 ribu juga bukan?

Nah, Pemirsa… Nilainya tetap 100ribu bukan walau sudah kondisi luarnya buruk.

Apa artinya Pemirsa dari cerita ini?

Pemirsa, mungkin di antara pemirsa saat ini lagi mengalami kondisi kurang baik, lagi jatuh mungkin, lagi dalam keadaan susah mungkin, lagi jadi orang susah mungkin, lagi dalam keadaan buntu mungkin, lagi sering diejek orang, dihina orang, direndahkan orang, dicaci orang, dibenci orang, saya gak tau apa dan bagaimana keadaan pemirsa. Atau mungkin ada pemirsa yang merasa dilahirkan dalam keadaan kurang baik, dibesarkan di lingkungan kumuh, di lingkungan desa tertinggal, atau mungkin sedang terperosok ke dalam kebangkrutan mungkin.. Saya gak tau..

Bagi yang sedang merasa susah, sedang merasa sedih, dalam kondisi susah… Itu hanyalah kondisi luar Pemirsa… HANYALAH Kondisi LUAR!! Nilai LUAR Diri Pemirsa… Namun, Saya Yakin, Nilai Dalam Diri Pemirsa, sama seperti orang-orang Sukses Lainnya, Karena Tuhan itu Adil, Tuhan itu Maha Kuasa, Ia memberikan Nilai Yang sama dalam diri tiap Insan ciptaannya. Ya, Nilai Intrinsik yang dibawa sejak Lahir. Nilai Sukses Sudah Tertanam Dalam Diri Anda Pemirsa Sejak Dilahirkan. Itu sudah ditanamkan sejak lahir, dianugerahi oleh Nya sejak lahir. Dan itu selalu bersama Pemirsa.

Nilai yang berharga, jauh lebih berharga dari berapapun Uang yang ada di Dunia ini, seberapa besar pun berlian yang ada, Nilai itu lebih dari semuanya, dan bisa menciptakan semuanya. Nilai itu ada di dalam dari Pemirsa. Ayo Pemirsa, Mari sama-sama syukuri nilai ini. Gali Nilai ini yang terpendam di dalam diri pemirsa. Bangkitkan dan Gelorakan Terus Nilai Ini, karena Pemirsa begitu Bernilai dalam Kehidupan Ini, bagi orang-orang yang Pemirsa cintai, bagi orang tua, bagi ayah ibu pemirsa, bagi pasangan, suami, isteri, anak-anak pemirsa. Dan juga bagi Sang Pencipta ini…

8 thoughts on “Meremas-remas Duit..”

  1. be inspiration, memang yang bisa menilai nilai kita adalah diri kita sendiri bukan orang lain. Ketika kita sedang jatuh, orang biasanya memandang kita bagai tak bernilai, tapi ketika kita jaya, orang mendekat karena melihat bahwa kita adalah bernilai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *