“Arti Jari Tengah”

Malam ini saya online lagi, masih di Palembang kota tercinta kelahiran saya, sekaligus tempat saya berkarir, berusaha. Jumat pagi tgl 21 Maret saya berangkat ke Bengkulu beberapa hari. Saya belum pernah ke Bengkulu sebelum-sebelumnya. Ke Bengkulu ini untuk bertemu rekan-rekan bisnis saya, membantu perkembangan bisnis mereka, membagikan pengalaman dan pelajaran yang pernah saya dapatkan dari belajar pada orang-orang yang sukses dan juga Saya ingin meraih impian-impian saya yang jauh lebih tinggi. Tentang impian-impian, saya belajar juga bahwa apabila kita sudah meraih impian kita, kita raih lagi impian yang lebih tinggi. Begitu seterusnya. Ada temen saya yang bilang : “Wah, kalo begitu tamak donk, serakah, gak pernah puas.” Kalo temen yang mengajari saya bilang :” Ini bukan tamak, ini meningkatkan kualitas hidup.” Tentang hal ini, saya ingat tentang sebuah materi seminar yang saya ikuti, tentang arti “jari tengah”.


Pembicara seminar itu menjelaskan bahwa hidup kita ini selalu di tengah-tengah, seperti jari tengah yang ada di tangan kita. Ada yang lebih di atas kita (lebih kaya, lebih pandai,lebih cakep, lebih cantik, dll), dan ada juga yang kurang dari kita (kurang kaya, kurang pandai,dll). Kita perlu melihat ke atas, agar kita berani juga menentukan dan meraih impian-impian yang lebih tinggi, lebih termotivasi, bahwa orang lain bisa mencapainya, maka kita pun bisa mencapainya. Meningkatkan kualitas hidup ke lebih maju, seperti orang-orang di atas kita. Dalam proses meningkatkan kualitas hidup ini, akan menemui hambatan-hambatan. Kita juga perlu melihat ke bawah lagi. Agar kita mensyukuri bahwa kita sudah lebih baik dari orang-orang lain. Melihat ke bawah, baik ke orang-orang lain ataupun ke diri kita sebelumnya, membuat kita bersyukur bahwa kita telah mengalami kemajuan dari sebelum-sebelumnya. Namun tetap melihat ke atas, agar kita bisa meraih lagi impian-impian yang jauh lebih tinggi dari yang sudah diraih. Nah, ini yang disharingkan oleh pembicara seminar waktu itu.

Intinya, melihat ke bawah agar kita dapat mensyukuri apa yang sudah kita punya, sudah kita raih. Melihat ke atas, agar kita lebih termotivasi lagi untuk mencapai impian-impian yang lebih tinggi, kualitas hidup yang lebih tinggi. Selalu bersyukur dalam menjalankan prosesnya. Setelah mengikuti seminar ini, saya jauh lebih terbuka, bahwa kita bukanlah tamak kalo selalu menginginkan kualitas hidup yang lebih tinggi. Pengertian tamak menurut saya adalah tidak pernah puas/tidak pernah bersyukur atas apa yang dipunyai, diraih. Sedangkan pembicara seminar ini mengajarkan kita bersyukur atas apa yang kita punyai dan kita sudah raih karena telah lebih baik dari orang lain dan juga mengajarkan kita meraih impian / kualitas hidup yang lebih tinggi lagi seperti orang-orang yang sudah meraihnya lebih dulu. Inilah yang dimaksudkan seperti “jari tengah”.

Sejak mengikuti seminar itu, yang sudah beberapa tahun lalu, saya merasakan manfaatnya dan tidak ragu untuk selalu meningkatkan kualitas hidup. Hikmah seminar yang sangat bagus. Sejak itu, timbul pula keinginan saya agar suatu hari nanti, saya bisa mengadakan seminar sukses berkualitas dengan investasi murah buat orang-orang, dengan pembicara-pembicara terkenal. Ini salah satu impian saya…

pengertian tamak (152), arti jari tengah (70), arti jari tangan (36), pengertian inspirasi (27), makna jari tangan (21), pengertian seminar (19), jari tengah (15), makna jari tengah (15), kata mutiara semangat dalam menjalankan kehidupan (13)

5 thoughts on ““Arti Jari Tengah””

  1. betul juga,,,,saya setuju!

    dalam hidup memang sangat perlu bersyukur dan berbagi,,,,

    semangat pak!

  2. artinya bahwa kehidupan kita selalu posisinya di tengah. ada yang lebih di atas kita, ada juga yang lebih di bawah kita. Kita perlu melihat ke atas untuk memacu lagi bahwa kita juga bisa seperti mereka, dan kita juga perlu melihat ke bawah utk menyatakan perasaan bersyukur bahwa kita sudah jauh lebih baik. gitu deh…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *